Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2026

BOOK REVIEW : EDUCATED

 


Buku pertama yang kutuntaskan di tahun 2026 ini berjudul Educated (Terdidik). Sebuah memoar1 hidup penulisnya yang bernama Tara Westover. Buku yang kubaca cetakan Gramedia keenam belas, Agustus 2025. Jumlah halamannya 516 dan diterjemahkan oleh Berkat Setio. Berikut ini blurb yang tertera di sampul belakang.

“Lahir dari keluarga komunitas penyintas di pegunungan Idaho, Tara Westover berusia tujuh belas tahun saat pertama kali menginjakkan kakinya di ruang kelas. Keluarganya sangat terisolasi dari masyarakat kebanyakan sehingga tidak ada yang memastikan apakah anak-anak mereka mendapatkan pendidikan, dan tidak ada yang turun tangan ketika salah seorang kakak laki-laki Tara melakukan kekerasan. Ketika seorang kakak laki-lakinya yang lain masuk perguruan tinggi, Tara memutuskan untuk mencoba kehidupan baru. Pencariannya akan pengetahuan mengubahnya, membawanya melintasi lautan dan benua, ke Harvard University dan University of Cambridge. Baru setelah itu dia bertanya-tanya apakah dia telah bepergian terlalu jauh, apakah masih ada jalan pulang.”

 

 SINOPSIS :

Orang tua Tara Westover memiliki idealisme dan fanatisme tersendiri yang berbeda dari kebanyakan masyarakat. Mereka menjauhkan anak-anaknya dari sekolah dan rumah sakit. ‘Sekolah’ hanya diberikan di rumah oleh sang Ibu dengan pelajaran dasar seperti membaca dan menulis. 

Selasa, 30 Desember 2025

BOOK REVIEW : CANTIK ITU LUKA

 

Hallo, sudah sejak lama aku tidak menulis. Jadinya sedikit-banyak awkward, agak bingung mulai dari mana, tapi ya, sudahlah, pokoknya mulai saja.

Tulisan kali ini aku ingin membahas buku, tujuan sebenarnya biar ndak lupa-lupa amat dengan bukunya. Buku terakhir yang aku tuntaskan beridentitas berikut ini :

Judul Buku     : Cantik Itu Luka

Penulis           : Eka Kurniawan

Edisi cetakan  : keempatpuluhlima (wow) November 2025, cetakan pertamanya Desember 2002! Berarti aku baca setelah 23 tahun terbit! Ibarat pendidikan, sudah lulus kuliah S1 itu! MasyaAllah keren ya! Novel bisa bertahan cetak ulang sampai lebih dari 20 tahun!

Jumlah hal.   : 505, tanpa Daftar Isi -_-

Beli           : Gramedia Online via Lazada dengan harga setelah diskon Rp58.621 (Harga yang tertera di buku Rp125.000, Lumayan banget kaaan, ngga ada setengah harga. Alhamdulillah, terimakasih Lazada dengan segala koin dan diskonnya <3 )

Edisi sampul yang ini nih :

Gimana kesannya pas lihat sampul? Hmm.. aneh dan penasaran, tiap elemen gambar di sampul itu maksudnya apa ya?

Senin, 20 Agustus 2018

Know Your Waste: Kemana Perginya Sampahku Selama Ini?

made with: Canva


    Tulisan ini bagian dari Games dalam kelas #bzwbatch3 asuhan bu @dkwardhani di Whatsapp.
    Games ini benar-benar menggungah saya, menyadarkan saya betapa selama ini saya begitu kejam kepada bumi, langit, dan seisinya. Saya menyadari hal tersebut ketika merenung dan menelaah kemana saja perginya sampah yang saya produksi selama ini.
    Saya awali dengan mengidentifikasi jenis-jenis sampah yang saya (dan keluarga) hasilkan. Saya membedakannya menjadi tiga kategori utama, yaitu Organik, Anorganik, dan Komposit.

Minggu, 13 September 2015

Kereta Sembilan Gerbong


s4stika

      Banyak yang percaya bahwa “kalau jodoh takkan lari kemana”. Tapi aku sendiri ragu dan bertanya, bagaimana kalau si jodoh berlari mengejar seorang yang salah –bukan mengejar kita? Nah saat itu mereka lagi-lagi memberi jawaban yang kuragukan, “kita bertemu orang-orang yang salah untuk akhirnya menemukan satu yang tepat”. Ah, alasan. Kurasa mereka hanya mengucapkannya tanpa berdasar. Mereka –orang-orang intelek di sekelilingku yang menganggap seolah akan hidup selamanya dan bekerja sebegitu keras hingga melupakan yang namanya jenjang pernikahan- hanya beralasan karena tak mau mencari, atau lebih tepatnya tak mau menyempatkan diri untuk mencari dan mengejar.
Sebenarnya aku pun merasa demikian terpengaruh oleh mereka. Bekerja tanpa kenal waktu, mengejar deadline, mencapai target, berlomba di depan atasan agar mendapat promosi dan semua kesibukan kantor lainnya. Semuanya tentang pekerjaan. Satu-satunya yang ingin kami curi hatinya adalah atasan –demi kenaikan jabatan. Kami orang-orang dewasa di usia dua puluhan yang sudah matang untuk berkeluarga, itulah yang dipikirkan orang-orang di luar sana. Namun sebenarnya, kurasa teman-teman sekantorku –dan aku- ini lebih mirip manusia-manusia ambisius yang tak pernah puas akan apa yang sudah didapatkannya seperti anak kecil yang selalu iri kepada adiknya.

Minggu, 19 April 2015

e-mail untuk Maryam


s4stika

Kulirik jam dinding yang tergantung di dinding seberang ranjang kutidur. Ah, baru pukul setengah lima pagi, tapi kenapa aku sudah terbangun? Disaat seharusnya masih jet lag seperti ini? Mungkin ini karena biasanya Maryam rajin membangunkanku untuk sholat subuh. Rupanya pagi yang berbeda di tempat yang berbeda terasa sedikit aneh. Biasanya terdengar seruan ayam jago yang saling bersahutan dari rumah-rumah tetangga, seruan adzan yang dikumandangkan dari masjid-masjid kampung, dan terasa guncangan lembut tangan Maryam membangunkanku dari lelap. Namun, pagi di Kuala Lumpur tanpa Maryam sungguh senyap dan tenang.
Sesuatu dalam kepalaku memaksa untuk kutidur kembali, bukankah kesempatan mendapatkan ketenangan seperti ini tidak datang setiap hari? Aku menurutinya, kutarik kembali selimut hangat yang disediakan hotel dan memejamkan mata. Tapi tiba-tiba sebuah suara lembut berkumandang berkali-kali dalam kepalaku,
“Tidak baik Mas tidur kembali setelah subuh, nanti rezekinya diperpendek bagaimana?”

Kamis, 09 April 2015

25 Juta Pencari Kejujuran

s4stika

“Mohon kerja samanya Pak. Dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih sebelumnya.” Ucap Pak Rudy Setiawan, pemilik Perusahaan Otobus (PO) Mekar Jaya yang sangat terkenal se-Solo Raya. Pak Rudy menjabat hangat tangan seorang office boy (OB) di kantornya yang bernama Pak Samsul. Pak Samsul tersenyum,
“Sama-sama, Pak. Saya juga berterimakasih. Tapi, sebenarnya mengapa bapak merencanakan ini? Apakah karena kekurangpercayaan bapak terhadap pegawai bapak?” Ucapnya heran. Pak Rudy menunduk dengan tatapan sendu,

Senin, 15 September 2014

Kejujuran Sepahit Madu

s4stika


Siang yang bersinar.

Mentari sinarnya menembus melalui atmosfer –seperti biasa- dan mencapai bumi dalam keadaan selamat. Sinarnya ikut menyinari alunan bolpoin dalam genggaman Wawan yang menari-nari menuliskan angka-angka di atas lembaran kertas ulangan Fisikanya. Sinar mentari yang turut menghantarkan kalor pun membantu proses pengeringan tinta bolpoin dengan begitu cepatnya.

“Aduh! Aku lupa rumusnya! Ergh…” gerutu Wawan geram dan menghentikan tarian bolpoinnya seraya menepuk jidatnya sendiri yang ia tahu bahwa itu takkan membuatnya benjol.

Rabu, 03 September 2014

Draft 9: Semua Ada Alasannya


Pagi ini aku terbangun dengan perasaan dan sebab yang berbeda. Perasaan yang berbeda; biasanya rasa malas yang menghinggapi kepalaku, tapi pagi ini rasanya segar dan menyejukkan. Sebab yang berbeda; biasanya aku terbangun karena suara ibuku yang membangunkanku –setelah berseru untuk ke sekian kalinya, tapi pagi ini sebabnya adalah suara adzan subuh yang berkumandang pas pada lafadz Hayya ‘Alash Sholaah…  ah, Alhamdulillah.

Dan teman-teman, ternyata bangun pagi itu memang baik bagi pikiran dan hati. Menjadi lebih tenang, terutama saat merasakan perasaan nyaman mendengarkan nyanyian Kukuruyuuk yang bersahutan, ah terdengar bagai simfoni yang indah. Bukankah suara para ayam jago itu menandakan bahwa mereka melihat para malaikat? Saat seperti itu, perasaan bahagia menyeruak dan membuatku ingin memanjatkan doa-doa yang banyak dengan harapan para malaikat akan membawanya ke hadapan Allah…

Kamis, 21 Agustus 2014

Senyum Anti Sindiran [Bagian 2]


s4stika

cerita lanjutan dari Senyum Anti Sindiran [Bagian 1]

            Pagi di hari minggu menjadi pagi sampah di kompleks kami, karena setiap pagi di hari minggu seorang bapak tua yang kukenal sebagai Pak Tarno akan mengangkut sampah-sampah dari rumah kami dengan gerobak kayunya menuju TPS. Pagi ini aku sengaja menunggu Pak Tarno di depan pintu dengan sekantong plastik penuh sampah.
            “Tari! Ngapain di depan pintu bawa-bawa sampah?” suara Fajri dari rumah sebelah mengagetkanku dari lamunan.
            “Nungguin pak Tarno, Faj.”
            “Kenapa musti ditungguin? Tinggalin aja di depan, nanti juga diambil..”
            Mendengarnya aku hanya tersenyum miris. Tapi tak urung Fajri pun keluar lalu duduk di teras sambil memainkan handphone-nya.
            Beberapa saat kemudian, kulihat pak Tarno mulai mendekat. Pak Tarno mampir ke rumah Fajri sebelum ke rumahku.

Jumat, 15 Agustus 2014

Senyum Anti Sindiran [Bagian 1]


s4stika

Setiap pertemuan kita dengan orang-orang, masing-masing memiliki makna dan pelajaran tersendiri bagi kehidupan kita…

            Kulirik lagi Fajri yang dengan tergesa-gesa mengerjakan PR matematika dari Pak Luhur kemarin siang. Ah aku salah, ia bukan sedang mengerjakan PR itu melainkan sedang menyalin pekerjaan milik Anida, teman sebangkuku. Lagi.
            Sepersekian detik kemudian Fajri tampak tersenyum puas dan menghela napas lega sebelum kemudian beranjak berdiri menghampiri meja kami.
            “Ini An, buku kamu..” ucapnya sembari meletakkan buku di atas meja. Anida yang sedang berkutat dengan TTS-nya mendongak,
            “Oh, iya.” Hanya itu yang diucapkan Anida dan ia kembali memutar pandangan pada TTS.
            “Lestari, kamu udah ngerjain?” tanya Fajri tiba-tiba padaku.
            “Udah…”
            “Oh…” ucapnya sambil lalu. Dalam hati aku menggumam Oh, dia melakukannya lagi.
***                              ***

Selasa, 24 Juni 2014

Untaian “Doa Ibu”nya Sekar Ayu Asmara


Sampul Belakang : Akhir-akhir ini, kehidupan pelukis Ijen banyak dihadang berbagai macam keanehan. Dimulai dari resepsi pernikahan sahabatnya, Khaled. Sang Pengantin wanita, Dewanti, menghilang begitu saja dari pelaminan.
Pencarian Dewanti membawa Ijen ke dalam perjalanan yang membuatnya semakin sesat dalam ketidakpastian. Satu per satu sahabatnya pun turut lenyap tak berbekas.


Sementara itu, Madrim berduka. Suaminya, Bintang Joyokusumo, meninggal karena serangan jantung. Bersama anaknya, Sinta, ia menerima tamu yang hadir melayat. Namun ia tak pernah menduga akan bertemu istri simpanan suaminya.
Kematian suaminya seakan membuka pintu masa lalu Madrim. Satu per satu, rahasia yang selama ini terpendam, mulai mengambang ke permukaan. Dan Madrim tak punya pilihan kecuali menghadapi kebenaran demi kebenaran yang terungkap. Termasuk tentang cinta terlarang yang selama ini tersimpan.
Rahasia tergelap baru terungkap, ketika kehidupan Ijen dan Madrim berhenti di titik putaran takdir yang sama. Sebuah masa lalu saling mengikat dan mengaitkan mereka berdua. Dan akhirnya membara mereka ke satu kebenaran yang paling hakiki.

Sabtu, 24 Mei 2014

Menuai “Janji Langit”nya AISHWORO AnG



Kutipan Paragraf yang Bagus 😄👍 :

     “… Jika memang kamu tidak berhasil masuk UMY, itupun sesungguhnya bukanlah sebuah kegagalan. Kamu telah berhasil menaklukan rasa takutmu. Dan yakinlah kamu akan diterima oleh ilmu sebagai orang yang merindukannya.”
     Begitulah kalimat yang kerap kali dia dengungkan kepadaku. Sebuah untaian kata sederhana dan seringkali dikhutbahkan banyak orang. Namun, bila yang mengatakannya adalah seorang sahabat yang tulus, lain rasanya. Kata-kata sahabat sejati adalah cahaya matahari yang menerangi kegelapan dalam nebula hati.

Minggu, 11 Mei 2014

Tentang "Bekisar Merah"nya Ahmad Tohari


sampul depan
Sampul Belakang : BEKISAR, unggas elok hasil silang antara ayam hutan dan ayam biasa sering menjadi hiasan rumah orang-orang kaya. Dan, adalah Lasi yang berayah bekas serdadu Jepang; kulitnya yang putih dan matanya yang khas membawa dirinya menjadi bekisar untuk hiasan sebuah gedung dan kehidupan megah seorang lelaki kaya di Jakarta. Lahir dalam keluarga petani gula kelapa sebuah desa di pedalaman, Lasi terbawa arus sejarah hidupnya sendiri dan berlabuh dalam kemewahan itu dan rela membayarnya dengan kesetiaan penuh pada Pak Han, seorang suami tua yang sudah lemah. Namun Lasi gagap ketika menemukan nilai perkawinannya dengan Pak Han hanya sebuah keisengan, main-main. Longgar, dan di mata Lasi sangat ganjil.

Jumat, 09 Mei 2014

Diary Sang Zombiegaret : Mencium Naraku


s4stika


Rasanya masih bisa kukenang sebatang lintingan tembakau di atas meja yang dulu selalu menemani sepiku. Rasanya masih bisa kuhirup aroma kepulan asap yang dulu terasa begitu menggelorakan sistem respirasiku. Dan rasanya masih bisa kuingat tawaku saat memperlakukan asap yang keluar dari hidungku sebagai mainan paling lucu seperti halnya anakku Nara yang sedang memainkan boneka beruangnya.

Senin, 31 Maret 2014

Draft 4 : Rahasia di Balik Nama Wong Jawa


Khusus pada entri berjudul draft akan ada fenomena-fenomena kehidupan yang saya bagikan. Semoga bermanfaat dan bisa di pahami :)
Kali ini saya akan membahas mengenai salah satu Javanese Culture atau badaya orang Jawa yang saya ketahui (belum saya pahami sepenuhnya).
Ini mengenai penamaan orang Jawa –di sekitar saya- terhadap bayi yang baru lahir.

Senin, 10 Maret 2014

Draft 3 : Bu Ehem

             Khusus pada entri berjudul draft akan ada fenomena-fenomena kehidupan yang saya bagikan. Semoga bermanfaat dan bisa di pahami :) 
            Setelah cerita mengenai Pak Ehem di Draft 2  , kali ini saya juga akan menceritakan mengenai guru lagi. Tapi kali ini beda cerita, beda guru. Sesuai judulnya kita sebut saja sang guru kali ini sebagai bu Ehem.

Jumat, 28 Februari 2014

Draft 2 : Pak Ehem


Khusus pada entri berjudul draft akan ada fenomena-fenomena kehidupan yang saya bagikan. Semoga bermanfaat dan bisa di pahami :)
            Menindak lanjuti postingan saya di Draft1. Kali ini akan bercerita tentang perilaku negative yang dilakukan seorang oknum guru. Kisah ini tanpa tujuan apapun kecuali hanya agar menjadi pelajaran bagi teman-teman (calon) guru sekalian khususnya.

Rabu, 26 Februari 2014

[Mozaik Blog Competition 2014] Mbah Aesop

Event Mozaik Blog Competition sponsored by beon.co.id. 




     Bukan musisi yang pandai mengungkapkan rasa lewat nada, bukan pula penyair yang pandai merangkai kata dengan indahnya, aku hanya seorang yang berusaha mengungkapkan maksud melalui tulisan. Yang kuinginkan adalah perubahan, setidaknya perubahan apa yang kurasakan dalam hati; menjadi lebih lega. Yang kuharapkan adalah kenangan, setidaknya untuk kutertawakan sendiri di hari kelak karena kedewasaanku; menertawakan karya sendiri. Yang sangat kudambakan adalah membangun apa yang kurasa belum kumiliki jika hanya  mengandalkan gen dari kedua orang tuaku; bakat menulis. Dan yang kuidamkan adalah

Senin, 24 Februari 2014

My Beloved Family


You’re my sun, my moon, my guiding star
My kind of wonderful, that’s what you are
My everything..
            The song that keep playing on my mind when I think about my family. There’s no word can describe them. But here, I’ll try to tell what I can say about them. My small family consists three members, my parents and I. We live in a small but lovely house in Karanganyar, “Home sweet home”. That’s the place where I can feel safe and sound.
            First, I’m going to tell you about my father. His name is Suwoto. He looks like me or I look like him? Such a rhetorical question. We have the same brown eyes, the same straight and black hair. His skin is black. I’m very proud of my father, because he always do anything for my happiness. Sometimes, when I think about him, my eyes turn to cry because he has sacrificed his time, his energy, his mind, and everything for our family. My father is the place where I solve my problems, he always show me the way to solve my problem. He’s the best father.
            And now, I will tell about my mother. Her name is Ani Wahyuningsih. She is the best women ever in my life. I’m not like her physically at all. She has a white skin and a long black hair. Every morning she kisses my cheeks and it encourages me to go through the day. There’s nothing I know but she doesn’t, I think she’s like a diary book for me.
            I love my beloved family.



Sekar Tani
K2313065
Pendidikan Fisika 2013/B

Jumat, 21 Februari 2014

Ratu Lebah dan Zeus


Alkisah, pada zaman dahulu para lebah tidak memiliki sengat sehingga kesulitan dalam melindungi madu mereka. Untuk itu maka pada suatu hari Ratu Lebah membawa madu dan mengunjungi dewa Zeus untuk meminta senjata baginya dan rakyatnya.
            “Ku persembahkan, Oh dewa Zeus!” kata Ratu Lebah.
            “Apa keinginanmu?” tanya dewa Zeus.
            “Berikanlah aku sengat agar aku bisa membunuh mereka yang ingin mengambil maduku..” pinta Ratu Lebah. Lalu Zeus pun mengeluarkan sengat pada tubuh Ratu Lebah.
            “Terimakasih Dewa Zeus..”
“Baiklah. Tapi, jika kau menggunakan sengatmu maka kau pun akan mati..” tutur dewa Zeus.
Ratu lebah pun terkejut dan terbang pulang.



 19:50 WIB
Jum'at, 22 Februari 2014
Karanganyar.
Semoga Bermanfaat.
Dongeng AESOP..^^